The Book of Questions: Answer #1

It’s been such a very loooooong time no write, and I kinda miss blogging.

Jadi, minggu lalu Saya membeli sebuah buku yang menurut Saya menarik, The Book of Questions. Buku ini belum selesai Saya baca, dan menurut Saya tidak perlu langsung Saya baca sampai habis. Kenapa? Karena, buku ini hanya berisi pertanyaan yang berjumlah 291 pertanyaan. Xixixi, banyak ya! Kenapa menarik? Karena Saya pribadi merasa perlu masukan dan ide untuk mengevaluasi diri dan memikirkan hal-hal yang mungkin saja masih terlewat.

photo_2017-08-26_18-03-22

Daaann, akhirnya Saya memutuskan untuk berbagi beberapa pertanyaan dari buku tersebut (kalau mau tahu 291 pertanyaannya, beli ya guys :D. We have to appreciate the authors for sure) dan mengajak siapa pun yang membaca blog saya untuk ikut menjawab pertanyaan tersebut.

Enjoy and Cheers!

Q: “Do you work harder to earn praise and recognition or to avoid criticism?” 

My answer must be:

Kerja? Sesungguhnya saat ini Saya bekerja masih untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecil Saya, Saya dan Mama. Tapi, karena pikiran Saya bukan pilihan yang ada, maka jawaban Saya adalah Saya bekerja agar dihargai dan kalau beruntung, diakui.

Begini, Saya sudah bekerja sejak lulus SMK. Seperti yang Saya sampaikan sebelumnya, bagi Saya kerja itu lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi, tahun demi tahun berlalu, Saya pun berpikir bahwa selain itu Saya bekerja keras dan tekun dengan sebuah harapan orang lain akan menghargai hasil kinerja Saya. Selain itu, akan terasa lebih baik bila ada pengakuan dan penghargaan orang lain, baik itu rekan kerja maupun kerabat terdekat kita. Menurut Saya, saat seseorang mengakui dan mengapresiasi hasil kerja keras kita, ada rasa senang dan kebanggaan tersendiri. Ada suatu kepuasan dan keinginan mengatakan kepada diri sendiri, “You’ve done great. You made it!

Jadi, daripada menghindari kritikan, Saya cenderung bekerja keras demi hasil kerja Saya dihargai dan diapresiasi orang lain. Kenapa? Karena, Mama Saya berpesan kalau kritik itu baik untuk evaluasi agar diri kita menjadi lebih baik, entah itu kritik positif atau negatif.

This is my answer, what about yours?  🙂

I’ll see you on the next Q&A!

 

Question was picked and taken from Stock, Gregory: The Book Of Questions, 2013, Workman Publishing.

Advertisements

Bitchy Boss? Stay Cool and Kick Ass!

Kadang, kita merasa serba salah dalam pekerjaan. Satu sisi, kita yakin kalau kita memiliki kemampuan. Di sisi lain, atasan gak mendukung dalam pekerjaan. Bahkan, atasan terkesan bertindak dan memperlakukan kita sebagai karyawan dengan sewenang-wenang dan seenaknya.

Kalau udah begini, kita harus bagaimana? Punya atasan menyebalkan itu memang hal yang gak bisa dihindari. Dimanapun kita bekerja, pasti akan ada, paling gak, satu orang atasan yang suka menyalahgunakan wewenangnya untuk menindas karyawan.

Bingung harus bagainana bersikap? Yuk, baca artikel dari link terkait berikut ini.

“Bitchy Boss? Stay Cool and Kick Ass!” @msmaul https://medium.com/@anahusna/bitchy-boss-stay-cool-and-kick-ass-62de89b6bd96